Eksotisme Pantai Marokama, Manggarai Timur

Bentangan pesisir selatan Manggarai Timur adalah surga baru bagi pariwisata Manggarai. Selama puluhan tahun kawasan yang terbentang dari Sepi Watu  (Borong) hingga Waewole (Waelengga) menjadi kawasan yang terlupakan. Bersamaan dengan era otonomi daerah yang ditandai dengan dimulainya pemerintahan baru Kabupaten Manggarai Timur maka potensi yang tersebar di kawasan Pantai Selatan Rongga (PANSER)  ini akan diberdayakan sebagai nilai jual pariwisata Manggarai Timur.

Selain Sepi Watu dan Waewole, ada beberapa titik yang bisa menjadi objek wisata yang menarik, yakni Pantai Marokam, Nanga Rawa,  dan Pantai Tiwu Toro. Ketiganya memiliki daya tarik berupa bentangan pesisir pantai yang cukup panjang.

Salah satu pantai yang memiliki daya pikat adalah Marokama. Pantai ini selain dikenal dengan sebutan Marokam juga kerap dinamakan Mbondei. Lokasinya terletak araha selatan Kisol, kurang lebih delapan kilometer. Untuk menjangkau kawasan ini, para pengunjung bisa menggunakan sepeda motor dari Kisol dengan lama perjalanan setengah jam atau dari arah Borong menyusuri jalan bebatuan yang baru dirintis kira-kira satu jam lebih.

Pantai ini selain memiliki bentangan pasir putih sepanjang satu kilometer juga bisa diandalakan sebagai kawasan wisata karena memiliki tujuh gulungan ombaknya, yang menyerupai pantai Nembrala, Rote Ndao. Karena gulungan ombaknya yang tinggi maka pantai ini kerap dianggap seram karena sering memakan korban.

Jaman dahulu, kawasan ini merupakan tempat favorit bagi para nelayan suku Rongga. Selain sebagai lokasi perkemahan favorit , tepi pantai ini juga sangat digemari anak-anak untuk bermain bola dan berekreasi di hari libur.  Duapuluh tahun lalu kegemaran anak-anak usia sekolah atau perantau asal kisol pada pantai ini tampak dalam kunjungan yang bergelombang setiap memasuki bulan Juni dan Juli.

Selama tiga puluh tahun terakhir ini budaya bahari orang Rongga mulai bergeser ke arah pertanian. Pembukaan kawasan hutan Koe Wae dan sekitarnya pada tahun 1989/1990 dibawa komando kepala desa Antonius Gelang menyebabkan keasrian hutan yang mengapiti kawasan ini tak terlihat lagi.

Meskipun keasrian hutan Koewae mulai pudar, pesona Pantai Marokama  tak tergerus. Orang Rongga yang bermukim di kelurahan Tanah Rata masih menjadikan kawasan ini sebagai tempat rekreasi favorit saat liburan sekolah. Namun, kondisi jalan yang berbatuan menyebabkan saat ini kebayakan orang mulai berkiblat ke Sepi Watu.

Padang hijau di sekitar kawasan pantau ini hingga saat ini dijadikan sebagai kawasan gembalaan sapi dan proyek jambu Mente. Tak jauh dari kawasan Pantai ini terdapat sumur tua, milik Almarhum Fransiskus Xaverius Epa yang dulu dipakai untuk menghidupkan ternak sapinya. Tahun 1996, sumur ini  ditutup pihak Seminari Pius XII Kisol dan diganti dengan sumur baru yang dipakai untuk kebutuhan peternakan.

Beberapa anak cucu masih menjadikan kawasan ini sebagai ladang gembala dan secara bergantian menggunakan jasa sumur baru yang didirikan pihak seminari untuk memberi air para sapi gembalaannya.  Para pengunjung pantai Marokama, bisa menyaksikan aktivitas para gembala di kawasan ini menjelang siang hari. Di bawah tikaman terik matahari, dua atau tiga peternak/ penggembala sapi menghantar kawanan sapi menuju sumur Mbondei menyusuri tepi pantai Marokama.

Bagi pengunjung yang ingin merasakan tapak sejarah Bahari Rongga, maka kunjungan wisata di kawasan ini bisa dilakukan pada sore hingga malam hari dengan membawa perbekalan yang cukup serta kemah. Jelang sore, kita bisa menikmati keindahan sunset dan teja diufuk Barat. Persis di atas pulau Mules, Matahri tenggelam memancarkan teja nan indah.

Biasanya pada pukul 19.00 para pencari kima akan menyusuri arah barat Pantai ini mencari kepiting. Alat yang dipakai adalah besi seukuran setengah meter yang diruncingkan pada bagian ujungnya. Besi ini sengaja diibentuk untuk membantu mengangkat kepiting yang melekat pada batu.

Hasil tangkapan biasanya akan banyak bila dilakukan pada hari-hari tertentu dalam bulan. Kecakapan membaca gejala alam atau ilmu perbintangan kuno menjadi modal utama bagi para pencari kima atau nelayan penangkap ikan bila ingin mendapatkan hasil tangkapan yang memuaskan.

Kawasan Kenda dan Kembo

Selain keindahan Pantai Marokama/ Mbo Ndei, lokasi wisata warisan sejarah suku Rongga cukup kaya dan tersebar di sepanjang Pantai ini. Ada Kenda dan Kembo yang dikenal sebagai kawasan hutan adat milik Tuan Tanah suku Motu Poso, benteng-benteng, Watu Embu, Rate Lako. Sekitar empat kilo meter dari Marokama, kita akan measuki Nangarawa.

(akan dilanjutkan!!!)

Kaitkata:

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.